Pengertian Erectile Dysfunction
Seperti
kita ketahui bersama bahwa Disfungsi Ereksi (impotensi)/ Erectile Dysfunction
(ED) adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau menjaga ereksi tetap pada waktu
penetrasi. Kejadian ini biasa dialami oleh pasangan yang sedang melakukan
hubungan seksual.
Gejala Erectile Dysfunction
Gejala yang timbul sebelum terjadinya Disfungsi Ereksi (impotensi)/ Erectile Dysfunction (ED) adalah gangguan yang mempersempit arteri dan mengurangi pemasukan darah (seperti atherosclerosis, diabetes, darah tinggi, dan tingkat kolesterol darah yang tinggi atau operasi yang mempengaruhi pembuluh darah dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Libido seringkali menurun pada pria yang disfungsi ereksi, meskipun beberapa pria mempertahankan libido secara normal. Para pria dengan disfungsi ereksi memiliki kesulitan melakukan seks, yang mana penis yang ereksi tidak cukup keras, panjang atau bertambah untuk penetrasi atau karena ereksi tidak dapat terbentuk. Pada saat tingkat hormon testosteron rendah, akibatnya lebih mungkin turunnya libido daripada disfungsi ereksi. Sebagai tambahan, tingkat testosteron yang rendah bisa menimbulkan pengeroposan tulang, kehilangan tenaga, dan kehilangan kepadatan otot
Penyebab Erectile Dysfunction
Penyebab
terjadinya Disfungsi Ereksi (impotensi)/ Erectile Dysfunction (ED) bisa
dikarenakan oleh gangguan atau kerusakan yang mengurangi aliran darah dan
menyebabkan kerusakan syaraf menuju penis, termasuk gangguan hormon, penggunaan
obat-obatan terlarang dan narkotika, atau masalah psikologi dan biologis
lainya. Selain itu, faktor lain termasuk stroke, merokok, alkohol, dan obat-obatan
dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
Pengobatan Erectile Dysfunction
Pengobatan
atau pencegahan yang ditawarkan oleh
para medis untuk mengurangi risiko disfungsi ereksi adalah menurunkan berat
badan, olahraga, berhenti merokok , mengikuti semua pengobatan, berhenti menggunakan
obat tertentu, tetapi lebih
memprioritaskan jenis obat tradisional.