Tampilkan postingan dengan label Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

Penyebab Strabismus (Mata juling)

Pengertian Strabismus

Yang dimaksudkan dengan strabismus atau mata juling adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan abnormal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya. Hal ini dapat menyebabkan garis penglihatan tidak paralel dan pada waktu yang sama

Penyebab Strabismus

Beberapa penyebab terjadinya mata juling atau strabismus adalah, tarikan yang tidak sama pada satu atau beberapa otot yang menggerakan mata, kelumpuhan pada satu atau beberapa otot penggerak mata strabismus paralitik, kelumpuhan pada otot mata bisa disebabkan oleh kerusakan saraf, dan jenis strabismus yang lain ditemukan pada anak yang menderita rabun dekat.

Gejala Strabismus 

Adapun beberapa gejalaa yang timbul sebelum penderita mengalami mata juling atau strabismus adalah mata penderita yang tidak mengarah ke arah yang sama, dan gerakan mata yang tidak terkoordinasi, serta  penglihatan ganda pada mata penderita.

Diagnosa Strabismus

Mendiagnosa penderita strabismus biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik tersebut misalnya, pemeriksaan mata standar, memeriksa ketajaman penglihatan, pemeriksaan retina, dan pemeriksaan pada saraf  atau neurologis.

Cara Mengobati Strabismus

Sesering mungkin dan sedini mungkin pengobatan harus dilakukan. Pengobatan dimaksud agar gangguan penglihatan tidak terlalu berbahaya.  Cara-cara mengobati mata juling ini adalah dengan menutup mata yang normal dengan sebuah penutup, melakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga mereka menarik mata dengan kekuatan yang sama.

Jumat, 12 April 2013

Pengertian Retinitis Pigmentosa

Pengertian Retinitis Pigmentosa

Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kondisi berupa kemunduran retina hingga dapat mempengaruhi penglihatan penderita, khususnya terjadi pada malam hari dan jika terus dibiarkan maka dapat berlanjut pada kebutaan.

Penyebab Retinitis Pigmentosa

Hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit ini, tapi diduga faktor keturunan juga berperan menjadi penyebabnya. Perlu jug diketahui bahwa penyakit ini akan lebih menyerang sel batang retina yang memiliki fungsi untuk mengontrol penglihatan pada malam hari.

Gejala Retinitis Pigmentosa

Penderita penyakit ini yang biasanya adalah anak-anak juga akan mengalami gejala pada masa kanak-kanak, dan beberapa gejala yang dirasakan diantaranya adalah pigmentasi yang berwarna gelap di retina. Jika penyakit ini terus dibiarkan maka gejala akan berlanjut ke stadium lanjut dengan penurunan fungsi penglihatan secara keseluruhan.

Diagnosis Retinitis Pigmentosa

Tujuan diagnosis adalah untuk menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit, dan untuk mengetahui kesemuanya itu penderita harus menerima pemeriksaan fisik seperti diantaranya adalah pemeriksaan mata dengan oftalmoskop. Selain itu masih ada pemeriksaan lainya seperti pemeriksaan ketajaman penglihatan dan tes refraksi.

Pengobatan Retinitis Pigmentosa

Pengobatan penyakit ini dengan melihat hasil diagnosis, namun hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai pengobatan efektif untuk penyakit ini, salah satu alat bantu yang dapat digunakan penderita adalah kaca mata yang melindungi mata dari sinar ultraviolet dan mempertahankan fungsi penglihatan. Penderita juga bisa diberi antioksidan yang mengandung vitamin A dan diyakini dapat menunda perkembangan penyakit ini.

Minggu, 07 April 2013

Keratokonjungtivitis Sikka

Pengertian

Yang dimaksudkan dengan keratokonjungtivitis sikka adalah kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata, yang menyebabkan dehidrasi pada konjungtiva dan kornea.

Penyebab

Penyebab terjadinya keratokonjungtivitis sikka adalah artritis rematoid, lupus eritematosus sistemik, dan sindroma sjgren. Gejala lain adlah mata yang kering yang paling sering terjadi pada wanita dewasa menuju lansia.

Gejala

Gejala yang timbul pada penderita keratokonjungtivitis sikka  adalah berkurangnya pembentukan air mata atau penguapan air mata yang bisa menyebabkan iritasi mata dan menimbulkan perasaan mata seperti terbakar. Kerusakan yang tersebar di permukaan mata akan menambah rasa tidak nyaman dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia). Pada stadium lanjut, permukaan mata bisa menebal dan membentuk jaringan parut serta ulkus (luka terbuka). Pertumbuhan pembuluh darah juga meningkat.

Diagnosa

Mendiagnosa penderita keratokonjungtivitis sikka sebaiknya harus  ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Untuk mengetahui derajat kelembaban yang membasahi mata bisa dilakukan tes Schirmer (menempelkan kertas saring di ujung kelopak mata). Untuk mengetahui beratnya kerusakan mata yang terjadi dilakukan pemeriksaan mata dengan menggunakan slit lamp.

Cara Mengobati

Pengobatan untuk mengatasi kekerinngan pada mata adalah setiap beberapa jam diteteskan air mata buatan. Air mata buatan adalah tetes mata yang mengandung zat yang merangsang air mata yang asli. Pembedahan dilakukan untuk menyumbat pengaliran air mata ke hidung

Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum)

Pengertian

Yang dimaksudkan dengan oftalmia neonatorum (konjungtivitis neonatorum) adalah suatu infeksi mata pada bayi baru lahir yang didapat ketika bayi melewati jalan lahir.

Penyebab

Penyeba oftalmia neonatorum adalah infeksi bakteri yang berhubungan dengan proses persalinan, yang paling banyak ditemukan dan berpotensi menyebabkan kerusakan mata adalah gonore (neisseria gonorrhea) dan klamidia (chlamydia trachomatis). Virus yang bisa menyebabkan konjungtivitis neonatorum dan kerusakan mata yang berat adalah virus herpes. Virus ini juga bisa didapat ketika bayi melewati jalan lahir, tetapi konjungtivitis herpes lebih jarang ditemukan.

Gejala

Gejala yang timbul seperti pada bayi baru lahir yang terinfeksi akan mengeluarkan kotoran dari matanya dalam waktu 1 hari sampai 2 minggu setelah dia lahir. Kelopak matanya membengkak, merah dan nyeri bila ditekan. Gonore bisa menyebabkan perforasi kornea dan kerusakan yang sangat berarti pada struktur mata yang lebih dalam. Gejala lainnya adalah riwayat penyakit menular seksual pada ibu dan dari mata keluar kotoran encer dan berdarah (serosanguinosa) atau kotoran kental seperti nanah (purulen).

Diagnosa

Mendiagnosa harus ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Untuk mengetahui organisme penyebabnya, dilakukan pembiakan terhadap kotoran mata.

Cara Mengobati

Memberikan antibiotik dalam bentuk topikal (salep dan tetes mata), per-oral maupun intravena (melalui pembuluh darah), semua bisa digunakan tergantung kepada beratnya infeksi dan organisme penyebabnya. Kadang antibiotik oral dan topikal digunakan secara bersamaan. Irigasi mata dengan larutan garam normal untuk membuang kotoran purulen yang terkumpul.

Ulkus Kornea

Pengertian Ulkus Kornea

Yang dimaksudkan dengan ulkus kornea adalah luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar.

Penyebab Ulkus Kornea

Penyebab terjadinya ulkus kornea adalah infeksi oleh bakteri (misalnya stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus), jamur, virus (misalnya herpes) atau protozoa akantamuba, kekurangan vitamin a atau protein, mata kering (karena kelopak mata tidak menutup secara sempurna dan melembabkan kornea), cedera mata, ada benda asing di mata, dan iritasi akibat lensa kontak.

Gejala Ulkus Kornea

Gejala yang timbul pada ulkus kornea adalah nyeri, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan peningkatan pembentukan air mata, yang kesemuanya bisa bersifat ringan Gejala lainnya adalah gangguan penglihatan, mata merah, mata terasa gatal, dan kotoran mata. Komplikasi lainnya adalah infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea, dan kelainan letak iris serta kerusakan mata.

Diagnosa Ulkus Kornea

Mendiagnosa  ulkus kornea  sebaiknya ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata pada penderita.

Cara Mengobati Ulkus Kornea

Dengan pengobatan, ulkus kornea dapat sembuh tetapi mungkin akan meninggalkan serat-serat keruh yang menyebabkan pembentukan jaringan parut dan menganggu fungsi penglihatan.Ulkus kornea adalah keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh spesialis mata agar tidak terjadi cedera yang lebih parah pada kornea. Tergantung kepada penyebabnya, diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik, anti-virus atau anti-jamur. Ulkus yang berat mungkin perlu diatasi dengan pembedahan (pencangkokan kornea).

Entropion dan Ektropion

Pengertian Entropion dan  Ektropion

Yang dimaksudkan dengan entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata. Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar.

Penyebab Entropion dan  Ektropion

Penyebab terjadinya entropion adalah pengenduran jaringan kelopak mata sebagai akibat proses penuaan. PEnyebab lain adalah faktor genetik pendrita. Beberapa kasus terjadi karena pembentukan jaringan parut pada permukaan dalam kelopak mata akibat luka bakar kimia dan panas, peradangan atau reaksi alergi. Kadang entropion merupakan bawaan lahir karena kelopak mata tidak terbentuk secara sempurna. Kebanyakan kasus ektropion terjadi akibat pengenduran jaringan kelopak mata akibat penuaan. Beberapa kasus terjadi karena adanya jaringan parut pada kelopak mata akibat luka bakar kimia maupun panas, truma, kanker kulit atau pembedahan kelopak mata.

Gejala Entropion dan  Ektropion

Arti lain dari entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata. Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar. Jadi gejala yang timbul pada penderita entropion adalah kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata, dan kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar.

Diagnosa Entropion dan  Ektropion

Mendiagnosa para penderita kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luarsebaiknya  ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata penderita.

Cara Mengobati Entropion dan  Ektropion

Pengobatan pada penderita entropion adalah pembedahan bius lokal sebelum gesekan kelopak dan bulu mata menyebabkan kerusakan kornea.

Rabu, 03 April 2013

Cedera Mata


Pengertian Cedera Mata

Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat. Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera. Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan. Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat. Cedera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi penglihatan. 

Penyebab Cedera Mata

Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak. Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata. Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa angin dan ranting pohon. Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung. Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata. Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata. Penglihatan bisa menjadi kabur.

Pengobatan Cedera Mata

Pengobatan yang dilakukan adalah kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam. Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang telah terkumpul. Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan. Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata. Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi. Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut. 

Minggu, 31 Maret 2013

Amblyopia


Pengertian Amblyopia

Yang dimaksudkan dengan mblyopia adalah salah satu penyebab kehilangan penglihatan pada anak sehingga menyebabkan berkurangnya penglihatan yang terjadi karena otak mengabaikan gambar yang diterima dari mata. Kehilangan penglihatan mungkin tak dapat dipulihkan jika tidak didiagnosa dan diobati sebelum anak berumur delapan tahun. 

Penyebab Amblyopia

Penyebab terjadinya Amblyopia adalah kesalahan refractive yang tidak diperbaiki atau ketidakseimbangan refractive seperti rabun jauh atau astigmatisme, terutama jika ada perbedaannya besar di antara kedua mata. Amblyopia Strabismic: Ketidaksejajaran mata (strabismus) juga bisa menyebabkan amblyopia. Sistem penglihatan dan otak perlu dirangsang dengan jelas, focus, diluruskan dengan semestinya, penumpukkan gambar dari kedua mata untuk dapat berkembang dengan semestinya. 

Gejala Amblyopia

Anak-anak ini mungkin mengedipkan mata, menutup satu mata dengan tangan, atau mempunyai satu mata yang tidak melihat arah yang sama dengan mata lainnya, semuanya dapat menunjukkan masalah bahwa memerlukan pemeriksaan. Anak-anak, meskipun, sering tampak tidak mempunyai masalah. Jika satu mata melihat baik dan yang lain tidak, anak mengimbangi dengan baik dan tidak melihat fungsi yang berlainan dari kawan sebaya mereka. 

Diagnosa Amblyopia

Dalam beberapa bidang, anak prasekolah diskrining oleh sukarelawan lokal dan daerah. Setiap kali anak mencapai umur sekolah, skrining dilakukan di sekolah oleh praktisi kesehatan. Jika masalah ditemukan selama skrining, anak sebaiknya pergi ke dokter mata, baik dokter mata atau seorang ahli mata. 

Cara Mengobati Amblyopia

Pengobatan pada penderita amblyopia akan memaksa otak untuk memakai tampilan visual dari masalah mata. Kadang-kadang ini diselesaikan dengan cara sederhana dengan mengoreksi kesalahan refractive dengan kacamata. Lebih sering, dokter "membantu" mata normal", memperkuat mata dengan menaruh lensa tambahan di baliknya atau mempergunakan tetes mata untuk mengabur penglihatan, pada mata yang baik. 

Sabtu, 30 Maret 2013

Pelepasan Retina


Pengertian Pelepasan Retina 

Yang dimaksudkan dengan pelepasan retina adalah pemisahan retina dari lapisan dasar pada pembuluh darah. Ketika retina lepas, terpisah dari bagian persediaan darahnya, hal tersebut akan menyebabkan penurunan fungsi kerja retina sebagaimana mestinya. Hingga retina terpasang kembali, hal tersebut bisa rusak secar permanen. Pelepasan bisa dimulai pada area yang kecil, biasanya sebagai akibat robekan retina jika bagian kecil tersebut tidak menempel kembali, seluruh retina bisa lepas. Sobekan retina yang bisa menyebabkan pelepasan retina lebih mungkin terjadi pada penderit miopi atau yang pernah mengalami operasi katarak. Sobekan juga lebih mungkin terjadi setelah luka mata. Cairan atau darah dari kerusakan pembuluh darah bisa menumpuk antara retina dan jaringan di bawahnya. Kejadian ini berakibat pada penglihatan yang semakin memburuk.

Gejala Pelepasan Retina 

Orang biasanya melihat benda kecil mengambang atau sorotan cahaya terang yang berlangsung lebih dari satu detik. Hilangnya penglihatan di pinggir biasanya pertama kali terjadi, dan kehilangan penglihatan menyebar sebagaimana perkembangan pelepasan tersebut. Hilangnya penglihatan menyerupai tirai atau kerudung yang jatuh melintangi garis penglihatan. Jika macula menjadi terlepas, penglihatan dengan segera memburuk, dan segala sesuatu menjadi buram. 

Diagnosa Pelepasan Retina

Para dokter atau praktisi kesehatan lain meneliti retina melalui ophthalmoscope dan biasanya pelepasan bisa dilihat. Jika pelepasan tidak terlihat, ultrasound scan pada mata bisa menunjukkannya.

Cara Mengobati Pelepasan Retina

Penderita yang tiba-tiba mengalami hilangnya penglihatan harus segera mengunjungi dokter mata. Operasi laser atau operasi pembekuan kemungkinan bisa dilakukan untuk memperbaiki retina. Operasi laser menutup lubang pada retina. Jika retina tersebut terpasang kembali dalam beberapa hari, kemungkinan penglihatan biasanya akan bertambah baik. 

Selasa, 26 Maret 2013

Strabismus (Mata juling)


Pengertian Strabismus

Yang dimaksudkan dengan strabismus atau mata juling adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan abnormal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya. Hal ini dapat menyebabkan garis penglihatan tidak paralel dan pada waktu yang sama

Penyebab Strabismus

Beberapa penyebab terjadinya mata juling atau strabismus adalah, tarikan yang tidak sama pada satu atau beberapa otot yang menggerakan mata, kelumpuhan pada satu atau beberapa otot penggerak mata strabismus paralitik, kelumpuhan pada otot mata bisa disebabkan oleh kerusakan saraf, dan jenis strabismus yang lain ditemukan pada anak yang menderita rabun dekat. 

Gejala Strabismus 

Adapun beberapa gejalaa yang timbul sebelum penderita mengalami mata juling atau strabismus adalah mata penderita yang tidak mengarah ke arah yang sama, dan gerakan mata yang tidak terkoordinasi, serta  penglihatan ganda pada mata penderita.

Diagnosa Strabismus

Mendiagnosa penderita strabismus biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik tersebut misalnya, pemeriksaan mata standar, memeriksa ketajaman penglihatan, pemeriksaan retina, dan pemeriksaan pada saraf  atau neurologis. 

Cara Mengobati Strabismus

Sesering mungkin dan sedini mungkin pengobatan harus dilakukan. Pengobatan dimaksud agar gangguan penglihatan tidak terlalu berbahaya.  Cara-cara mengobati mata juling ini adalah dengan menutup mata yang normal dengan sebuah penutup, melakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga mereka menarik mata dengan kekuatan yang sama. 

Sabtu, 09 Maret 2013

Retinitis Pigmentosa

Pengertian Retinitis Pigmentosa

Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kondisi berupa kemunduran retina hingga dapat mempengaruhi penglihatan penderita, khususnya terjadi pada malam hari dan jika terus dibiarkan maka dapat berlanjut pada kebutaan.

Penyebab Retinitis Pigmentosa

Hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit ini, tapi diduga faktor keturunan juga berperan menjadi penyebabnya. Perlu jug diketahui bahwa penyakit ini akan lebih menyerang sel batang retina yang memiliki fungsi untuk mengontrol penglihatan pada malam hari.

Gejala Retinitis Pigmentosa

Penderita penyakit ini yang biasanya adalah anak-anak juga akan mengalami gejala pada masa kanak-kanak, dan beberapa gejala yang dirasakan diantaranya adalah pigmentasi yang berwarna gelap di retina. Jika penyakit ini terus dibiarkan maka gejala akan berlanjut ke stadium lanjut dengan penurunan fungsi penglihatan secara keseluruhan.

Diagnosis Retinitis Pigmentosa

Tujuan diagnosis adalah untuk menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit, dan untuk mengetahui kesemuanya itu penderita harus menerima pemeriksaan fisik seperti diantaranya adalah pemeriksaan mata dengan oftalmoskop. Selain itu masih ada pemeriksaan lainya seperti pemeriksaan ketajaman penglihatan dan tes refraksi.

Pengobatan Retinitis Pigmentosa

Pengobatan penyakit ini dengan melihat hasil diagnosis, namun hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai pengobatan efektif untuk penyakit ini, salah satu alat bantu yang dapat digunakan penderita adalah kaca mata yang melindungi mata dari sinar ultraviolet dan mempertahankan fungsi penglihatan. Penderita juga bisa diberi antioksidan yang mengandung vitamin A dan diyakini dapat menunda perkembangan penyakit ini.

Selasa, 05 Maret 2013

Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)

Pengertian Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)

Endophthalmitis merupakan infeksi atau luka yang terdapat di dalam mata seorang penderita yang disebabkan oleh organisme yang beredar melalui aliran darah menuju mata.

Penyebab Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)

Seperti yang diketahui dari pengertiany bahwa penyebab terjadinya penyakit ini adalah organisme yang beredar melalui aliran darah ke dalam mata atau bisa karena masuk ke mata melalui luka bedah atau luka. Dan jika infeksi ini berasal dari dalam darah bisa dikarenakan pemberian obat-obatan secara infus, abses atau operasi. Lantas infeksi ini biasanya disebabkan jenis bakteri, jamur atau protozoa.

Gejala Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)

Jika sudah mengalami penyakit ini maka penderita akan mengalami gejala awal seperti rasa sakit, kemerahan pada putih mata, peka terhadap sinar, dan kehilangan penglihatan.

Diagnosa Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)

Tujuan dari diagnosis adalah menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit. Dan untuk itu semua penderita harus menerima pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan cairan di bagian depan mata dan gel seperti zat di dalam bagian belakang pada mata untuk menentukan organisme mana yang bertanggungjawab dan obat-obatan mana yang lebih aktif.

Cara Mengobati Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)

Solusi pengobatan cepat harus dilakukan jika kita ingin penderita sembuh. pengobatan biasanya dimulai secepatnya, sebuah penundaan bahkan beberapa jam bisa saja menimbulkan kehilangan penglihatan dalam kasus berat. Selain itu, pemberian antibiotik untuk membunuh organisme yang masuk ke dalam aliran darah menuju mata.

Minggu, 03 Maret 2013

Glaukoma

Pengertian Glaukoma

Ini adalah penyakit yang terjadi pada mata karena tekanan di dalam bola mata meningkat hingga menyebabkan kerusakan pada saraf optikus dan mengurangi fungsi mata untuk melihat.

Gejala Glaukoma

Jika sudah mengalami penyakit ini maka penderita akan mengalami gejala yang beberapa diantaranya adalah fungsi penglihatan secara perlahan yang dimulai pada tepi lapang pandang peningkatan, penderita juga akan mengalami sakit kepala ringan, dan tekanan di dalam bola mata yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kerja saraf optikus yang progresif,  dan berkelanjutan hingga waktu yang sangat lama sehingga bisa menimbulkan kebutaan permanen.

Penyebab Glaukoma

Dalam ilmu kesehatan diketahui bahwa penyakit ini disebabkan oleh infeksi, peradangan, dan tumor di bagian mata atau cedera mata.

Diagnosa Glaukoma

Tujuan dari diagnosis adalah sama dengan penyakit lain, yaitu menemukan penyebab dan gejala yang kemudian akan menjadi dasar dalam menentukan metode pengobatan yang sesuai, dan untuk mengetahui hal ini, sebelumnya penderita harus menerima pemeriksaan fisik pada bagian matanya seperti pemeriksaan dengan oftalmoskop, pengukuran tekanan intraokuler dengan tonometri, pengukuran lapang pandang, pemeriksaan ketajaman penglihatan, dan tes refraksi.

Cara Mengobati Glaukoma

Jika penyakit ini masih termasuk ringan, maka pengobatan masih dapat dilakukan dengan memberikan obat tetes mata, tapi jika penyakit ini sudah tergolong akut maka harus diobati dengan sinar laser yang tujuanya untuk membuat lubang di dalam iris. Tapi jika obat mata dan sinar leser masih diragukan maka bisa dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris.


Katarak

Pengertian Katarak

Ini adalah penyakit berupa gangguan pada mata berupa kekeruhan pada lensa mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Biasanya penyakit ini dialami oleh orang yang sudah berusia lanjut.

Penyebab Katarak

Secara medis diketahui bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah cedera pada mata, penyakit diabetes, atau juga kesalahan dalam mengkonsumsi obat-obat tertentu seperti yang mengandung kortikosteroid. Masih ada penyebab lainya, seperti infeksi kongenital, galaktosemia, atau riwayat keluarga penderita yang memiliki penyakit yang sama.

Diagnosa Katarak

Sama halnya dengan penyakit lain, diagnosis terhadap penyakit ini juga bertujuan untuk menemukan penyebab dan menyelidiki gejala yang nantinya menjadikan tingkatan penyakit untuk menentukan pengobatan yang sesuai. Dan sebelumnya penderita harus menerima pemeriksaan fisik, seperti diantaranya adalah pemeriksaan dengan slit lamp  dan USG mata sebagai persiapan jika penyakit ini sudah tergolong akut dan harus dioperasi.

Pengobatan Katarak

Jika hasil diagnosis mengatakan bahwa penyakit ini sudah tergolong berat maka harus dilakukan operasi atau pembedahan. Dalam artian pembedahan dilakukan jika penglihatan penderita sudah sangat terganggu meskipun menggunakan alat bantu seperti kaca mata. Namun jika penyakit ini masih termasuk ringan, maka hanya perlu menggantikan kaca matanya saja. Dan untuk mencegah terjadinya infeksi akibat pembedahan maka setelah pembedahan penderita harus diberikan obat atau antibiotic.

Konjungtivitis

Pengertian Konjungtivitis

Ini adalah penyakit dimana penderita mengalami kondisi berupa adanya peradangan pada bagian konjungtivanya.

Penyebab Konjungtivitis

Diyakini bahwa penyebab peradangan ini adalah infeksi yang berasal dari virus atau bakteri. Selain itu masih ada penyebab lainya seperti dikarenakan reaksi dari alergan seperti debu, serbuk sari, bulu binatang, iritasi oleh angin, debu, asap dan polusi udara.

Gejala Konjungtivitis

Jika sudah mengalami penyakit ini maka penderita akan mengalami gejala, beberapa diantaranya adalah iritasi pada mata hingga memerah dan mengeluarkan kotoran-kotoran kental berwarna putih jernih, selain itu kelopak mata penderita juga akan terlihat membengkak dan terasa gatal. Jika terus dibiarkan maka penderita akan mengalami gangguan pada penglihatanya, dan terlalu peka terhadap cahaya.

Diagnosa Konjungtivitis

Tujuan dari diagnosis penyakit ini sama halnya dengan penyakit lain, yaitu untuk menemukan penyebabnya setelah penderita menerima pemeriksaan fisik secara khusus pada bagian mata yang terinfeksi.

Pengobatan Konjungtivitis

Jika hasil diagnosis sudah ditemukan, maka kemudian dilanjutkan dengan langkah pengobatan. Atau dengan pengertian lain, secara umum pengobatan terhadap penderita Konjungtivitis  bergantung kepada p hasil diagnose. Dan jika penyakit ini masih termasuk ringan, maka secara umum yang dapat dilakukan adalah membersihkan mata dengan air hangat, atau membersihkan mata dengan menggunakan obat tetes mata, penderita juga dapat diberikan obat jenis salep mata untuk mencegah kuman masuk ke mata, atau obat. Dan jika yang menjadi penyebab penyakit ini adalah alergi maka penderita harus segera diberikan antihistamin per-oral melalui mulut agar bisa mengurangi rasa gatal-gatal dan iritasi. Penyakit yang sudah tergolong berat maka harus dilakukan pemberian obat secara intraverna atau operasi.

Kamis, 21 Februari 2013

Kelainan Pembuluh Darah Retina

Pengertian Kelainan Pembuluh Darah Retina

Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kelainan pada pembuluh darah yang bisa diakibatkan oleh gangguan pasokan darah atau penyumbatan pembuluh darah. Jika terus dibiarkan maka dapat mengakibatkan kerusakan retina dan gangguan penglihatan hingga sampai pada kebutaan.

Jenis Kelainan Pembuluh Darah Retina

Ada beberapa macam penyakit kelainan pembuluh darah retina, yang diantaranya adalah :
  1. Retinopati Arteriosklerotik, adalah kelainan berupa pembuluh darah yang menebal dan karenamenurunnya pasokan darah ke retina. Penebalan pembuluh darah ini mungkin tidak mengganggu penglihatan, tetapi dapat menjadi petunjuk bahwa pembuluh darah di mata dan bagian tubuh lainnya tidak sehat sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan.
  2. Retinopati Hipertensif, adalah kerusakan retina akibat tekanan darah tinggi dan bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam mata. Semakin tinggi dan semakin lama hipertensi berlangsung, maka semakin berat kerusakan yang terjadi. Gejala yang dirasakan seperti gangguan penglihatan dan sakit kepala, serta penyempitan pembuluh darah dan kelebihan cairan yang merembes dari pembuluh darah.
  3. Penyumbatan Arteri Retina, adalah penyumbatan pada pembuluh darah utama yang membawa darah ke retina. Dan jika arteri retina sudah tersumbat, maka bisa mengakibatkan kebutaan mendadak meski tanpa disertai rasa nyeri. Dan penyumbatan ini bisa disebabkan oleh penyakit aterosklerosis, bekuan darah atau endapan lemak berlebih yang berasal dari patahan sumsum tulang dan masuk ke dalam aliran darah.

Kelainan Pembuluh Darah Retina

Pengertian Kelainan Pembuluh Darah Retina

Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kelainan pada pembuluh darah yang bisa diakibatkan oleh gangguan pasokan darah atau penyumbatan pembuluh darah. Jika terus dibiarkan maka dapat mengakibatkan kerusakan retina dan gangguan penglihatan hingga sampai pada kebutaan.

Jenis Kelainan Pembuluh Darah Retina

Ada beberapa macam penyakit kelainan pembuluh darah retina, yang diantaranya adalah :
  1. Retinopati Arteriosklerotik, adalah kelainan berupa pembuluh darah yang menebal dan karenamenurunnya pasokan darah ke retina. Penebalan pembuluh darah ini mungkin tidak mengganggu penglihatan, tetapi dapat menjadi petunjuk bahwa pembuluh darah di mata dan bagian tubuh lainnya tidak sehat sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan.
  2. Retinopati Hipertensif, adalah kerusakan retina akibat tekanan darah tinggi dan bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam mata. Semakin tinggi dan semakin lama hipertensi berlangsung, maka semakin berat kerusakan yang terjadi. Gejala yang dirasakan seperti gangguan penglihatan dan sakit kepala, serta penyempitan pembuluh darah dan kelebihan cairan yang merembes dari pembuluh darah.
  3. Penyumbatan Arteri Retina, adalah penyumbatan pada pembuluh darah utama yang membawa darah ke retina. Dan jika arteri retina sudah tersumbat, maka bisa mengakibatkan kebutaan mendadak meski tanpa disertai rasa nyeri. Dan penyumbatan ini bisa disebabkan oleh penyakit aterosklerosis, bekuan darah atau endapan lemak berlebih yang berasal dari patahan sumsum tulang dan masuk ke dalam aliran darah.

Uveitis (Radang Uvea)

Pengertian Uveitis (Radang Uvea)

Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami peradangan pada bagian saluran cincin berwarna hitam yang melingkari pupil atau keadaan otot-otot mata yang membuat lensa menjadi lebih tebal, jika sudah begitu maka mata penderita menjadi lebih tipis dan mengalami gangguan untuk fokus pada objek jauh.

Penyebab Uveitis (Radang Uvea)

Dalam ilmu medis diketahui bahwa penyakit ini dikarenakan penyakit lain seperti Spondilitis ankilosis, Sindroma Reiter, dan penyakit infeksi mata lainya.

Gejala Uveitis (Radang Uvea)

Jika sudah mengalami penyakit ini maka penderita akan mengalami gejala seperti berupa penglihatanya menjadi kabur atau juga disertai bintik-bintik hitam yang melayang-layang pada penglihatanya.

Diagnosa Uveitis (Radang Uvea)

Tujuan dari diagnosis adalah untuk menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit. Dimana tingkatan penyakit ini akan digunakan untuk menentukan metode pengobatan yang sesuai. Dan sebelumnya penderita harus menerima pemeriksaan fisik apda bagian matanya seperti pada ujung iris untuk melihat adanya penojolan pembuluh darah.

Pengobatan Uveitis (Radang Uvea)

Setelah didiagnosis, maka kemudian akan dilanjutkan dengan tindakan pengobata, yang mana telah disebutkan bahwa tingkatan penyakit dalam diagnosis memiliki kaitan dengan metode pengobatan. Bila penyakit ini masih termasuk ringan, maka penderita diberikan obat mengandung corticosteroid secara oral atau obat pelebar pupil lainya. Sedangkan jika penyebabnya adalah infeksi dan bakteri maka penderita diobati dengan obat anti peradangan atau infeksi. Dan jika penyakit ini sudah termasuk berat maka upaya pengobatan yang dilakukan lebih intensif yaitu secara intraverna.

Keratitis Pungtata Superfisialis

Pengertian Keratitis Pungtata Superfisialis

Ini adalah penyakit yang terjadi pada bagian kornea mata penderita yang mengalami kehilangan fungsi atau mati.

Penyebab Keratitis Pungtata Superfisialis

Diketahui bahwa yang menyebabkan gangguan pada kornea ini adalah karena infeksi yang berasal dari virus atau bakteri. Selain itu penyakit ini juga bisa disebabkan oleh kekeringan mata, paparan sinar ultraviolet dan sinar lainya secara berlebihan, serta iritasi akibat pemakaian lensa kontak.

Gejala Keratitis Pungtata Superfisialis

Jika sudah mengalami penyakit ini maka penderita akan mengalami gejala seperti mata yang terasa nyeri, berair, merah, dan terlalu peka terhadap cahaya selain penglihatan yang juga menjadi kabur. Sedangkan jika yang menjadi penyebabnya adalah sinar ultraviolet, maka penderita biasanya akan mengalami gejala seperti mata terasa perih, gatal dan mengeluarkan kotoran.

Diagnosa Keratitis Pungtata Superfisialis

Tujuan dari diagnosis adalah untuk menemukan penyeba serta melihat gejala yang nantinya akan menjadi perkiraan tingkatan penyakit, dan tingkatan penyakit nanti akan menjadi dasar dalam menentukan pengobatan yang sesuai. Dan sebelumnya penderita harus menerima pemeriksaan seperti pemeriksaan ketajaman penglihatan, tes refraksi, tes air mata, pemeriksaa slit-lamp, respon refleks pupil, keratometri dan pewarnaan fluoresensi kornea.

Pengobatan Keratitis Pungtata Superfisialis

Jika hasil diagnosis sudah ditemukan, maka kemudian dilanjutkan dengan pengobatan, dimana seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pengobatan juga memiliki keterkaitan dengan tingkatan penyakit dalam diagnosis. Dan jika penyebab penyakit ini adalah virus,  maka biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus selain diberi obat antibiotic secara oral atau tetes mata, namun jika penyakit ini sudah termasuk berat maka penderita diberikan obat yang lebih intensif, seperti secara intraverna.

Episkleritis

Pengertian Episkleritis

Ini adalah penyakit yang terjadi pada bagian episklera yang tersusun atas serat-serat jaringan ikat pembentuk dinding putih mata yang kuat, dimana pada bagian tersebut mengalami kondisi peradangan.

Penyebab Episkleritis

Hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit ini, namun diketahui bahwa penyebab penyakit ini berhubungan dengan penyakit lain seperti artritis rematoid, sindroma gren, sifilis, herpes zoster, dan tuberkulosis.

Gejala Episkleritis

Jika sudah mengalami penyakit ini maka penderita akan merasakan gejala seperti rasa nyeri di bagian mata, mata penderita terlalu peka terahadap cahaya dan berair.

Diagnosa Episkleritis

Tujuan dari diagnosis adalah menermukan penyebab serta melihat gejala yang nantinya akan menjadi perkiraan mengenai tingkatan penyakit untuk digunakan dalam menentukan pengobatan yang sesuai. Dan sebelumnya penderita harus menerima pemeriksaan fisik pada bagian matanya.

Pengobatan Episkleritis

Setelah diagnosis ditemukan, maka kemudian dilanjutkan dengan langkah pengobatan. Dimana seperti yang telah disebutkan bahwa pengobatan penyakit ini berdasarkan tingkatan penyakit yang ditemukan dalam diagnosis, dalam artian bahwa jika penyakit ini masih termasuk ringan, maka pengobatan masih dapat berupa pemberian obat tetes mata mengandung corticosteroid. Namun jika penyakit ini sudah termasuk berat maka pengobatan yang dilakukan harus lebih intensif seperti pemberian obat secara intraverna, hingga sampai pada tindakan operasi jika pemberian obat belum dapat menyembuhkan.

Posting Lama ►
 

Browser

Messaging And Chatting

Copyright 2012 Pengobatan Herbal Alami: Mata Template by Bamz | Publish on Sitemap