Pengertian Batu Empedu
Komponen utama dari
batu empedu adalah kolesterol,
sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium
Yang dimaksudkan dengan Batu Empedu adalah tumpukan kristal dalam kandung
empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung
empedu disebut kolelitiasis,
sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.
Gejala Batu Empedu
Pada umumnya sebagian
besar batu empedu jangka panjang tidak sedikitpun menimbulkan gejala, apalagi
bila batu berada dalam kandung empedu. Namun kita haruslah waspada karena batu
yang besar secara perlahan akan mengikis dinding kandung empedu dan masuk ke
usus halus atau usus besar, sehingga menyebabkan penyumbatan usus atau biasa
disebut dengan ileus batu empedu.
Rasa nyeri akan terasa jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran
empedu. Rasa nyeri tersebut tidak beraturan, kadang hilang, kadangpula muncul.
Rasa nyeri seperti ini biasa disebut nyerei kolik yang biasanya bisa
berlangsung hingga beberapa jam.
Penyebab Batu Empedu
Penyebab Batu
Empedu pada penderita disebabkan oleh infeksi bersamaan
dengan penyumbatan saluran, sehingga akan timbul demam, menggigil dan sakit
kuning. Penyumbatan menetap pada duktus
sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu. Batu empedu
lebih banyak ditemukan pada wanita dengan faktor resiko seperti usia lanjut, obesitas, diet tinggi lemak dan juga yang berkaitan dengan faktor keturunan.. Cairan empedu mengandung sejumlah besar
kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh
karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk
endapan di luar empedu.
Pengobatan Herbal Batu Empedu
Pengobatan didasarkan
pada gejala. Jika nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan
menghindari atau mengurangi makanan dengan kadar lemak yang tinggi.
Sedangkan
yang dinamakan pengobatan herbal adalah cara pengobatan untuk penyakit ini yang
bisa ditemukan dalam berbagai tanaman obat yang telah diproses sedemikian rupa
sehingga dapat digunakan sebagai obat. Di zaman sekarang ini, bentuk obat
herbal ini juga telah dibentuk menjadi ekstrak seperti serbuk, pil, atau
cairan. Namun yang perlu diperhatikan bahwa dalam proses pembuatanya, obat
herbal ini juga telah terkena zat kimia dan bisa tidak alami lagi. Maka pemahaman
yang baik tentang jenis obat herbal yang kita gunakan dan petunjuk medis serta
efek samping yang dapat ditimbulkan juga sangat penting.