Tampilkan postingan dengan label Kusta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kusta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Cara Mengobati Lepra (Kusta/Hansen)

Apa itu Lepra (Kusta/Hansen)?


Cara Mengobati Lepra (Kusta/Hansen) - Penyakit lepra adalah infeksi menahun (kronis) dan bisa menyebabkan saraf perifer menjadi rusak. Penyakit lepra ini ditandai dengan rusaknya selaput lendir hidung, buah zakar (testis), mata dan kulit. Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium leprae dan bakteri Mycobacterium lepromatosis.

Penyebab Lepra (Kusta/Hansen)

Pada awalnya penyebab lepra baru diketahui bakteri Mycobacterium leprae. Dan pada tahun 2008 ditemukan sejenis bakteri lain penyebab lepra yaitu Mycobacterium lepromatosis. Penularan penyakit lepra bisa melalui bersin penderita (udara), kutu busuk, tanah dan nyamuk. Tetapi sebanyak 95 persen orang yang terpapar bakteri penyebab lepra terhidar dari penyakit ini karena sistem kekebalan tubuhnya bisa mengatasi infeksi yang terjadi.
Penyakit lepra bisa menyerang semua umur, dan paling sering terjadi pada orang berumur 20 sampai 30 tahunan. Daerah paling banyak terdapat penderita lepra adalah Asia, Afrika, Amerika Latin dan kepulauan Samudra Pasifik. Pada jenis lepra tuberkuloid (ringan) biasanya penderita tidak bisa menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Gejala Lepra (Kusta/Hansen)

Perkembangan dan infeksi bakteri penyebab lepra dalam tubuh manusia berjalan sangat lambat, paling cepat dalam waktu 1 tahun setelah terjadi infeksi baru akan terlihat gejala lepra diderita. Tetapi paling sering gejala lepra akan terlihat setelah jarak 5 sampai 7 tahun setelah terkena infeksi. Gejala lepra diantaranya sebagai berikut:
* Lepra tuberkuloid, gejala: ditandai dengan munculnya ruam kulit pada satu atau beberapa tempat, daerah tersebut bebal dan tidak terasa saat disentuh karena saraf telah rusak oleh bakteri.
* Lepra lepromatosa, gejala: timbul benjolan yang kecil atau semacam ruam yang lebih besar dan menonjol dengan bermacam-macam ukuran dan bentuk, terjadi kerontokan rambuat tubuh termasuk bulu mata dan alis.
* Lepra perbatasan, gejalanya tidak stabil, ketika kondisi penyakit lepra sedang baik gejalanya akan mirip dengan jenis tuberkolid, sedangan ketika kondisi penyakit sedang memburuk gejalanya seperti pada lepromatosa.
Kerusakan pada bagian tubuh bisa terjadi akibat penyakit lepra ini, misalnya terjadi kebutaan, impoten dan kemandulan penderita lepra.
Posting Lama ►
 

Browser

Messaging And Chatting

Copyright 2012 Pengobatan Herbal Alami: Kusta Template by Bamz | Publish on Sitemap